Sertifikat Perumahan Subsidi di Bumi Mutiara Serang Simponi Diduga Hilang, AMBAS Desak Developer Tanggung Jawab
![]() |
| Ilustrasi Poto bangunan perumahan subsidi |
Salah seorang warga yang merasa dirugikan menyebut, hingga kini salinan sertifikat atas unit rumahnya belum diserahkan pihak developer.
Kondisi itu menimbulkan keresahan karena status kepemilikan rumah subsidi belum jelas secara hukum.
Hal tersebut mendapat sorotan dari Aliansi Muda Banten Selatan (AMBAS).
AMBAS mendesak PT Bina Sejahtera Bangun Persada selaku developer segera mengurus pemecahan sertifikat induk dan menyerahkan salinan bukti kepemilikan kepada warga.
"Keberadaan sertifikat rumah warga saat ini tidak diketahui. Ini merugikan dan rawan sengketa ke depan," ujar Koordinator AMBAS, Haes Rumbaka, Minggu, (5/7/26).
AMBAS juga meminta pemerintah kota dan instansi berwenang turun tangan sebelum persoalan ini berlarut-larut.
Menurut mereka, keterlambatan pengurusan sertifikat bisa berdampak pada hak warga untuk balik nama, agunan bank, hingga kepastian hukum.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PT Bina Sejahtera Bangun Persada terkait proses pemecahan sertifikat di Bumi Mutiara Serang. (Red)
