NEWS

UPTD DAS Ciliman - Cisawarna Temui Petani Cikeusik, Janji Bagi Air Secara Merata Saat Kemarau

Masyarakat petani desa cikeusik kecamatan Wanasalam kabupaten Lebak Banten saat berdiskusi dengan Kasi Operasional dan pemeliharaan UPTD DAS Ciliman-Cisawarna, Senin (7/9/26).

Lebak, Cilangkahan.com – UPTD Pengelolaan DAS Ciliman-Cisawarna menanggapi langsung aspirasi masyarakat petani Desa Cikeusik, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, terkait kekeringan sawah.

‎Pejabat UPTD DAS Ciliman-Cisawarna menemui para petani di Pintu Air Kampung Pilot, Desa Bolang, Kecamatan Malingping, pada Senin (7/9/2026).

‎Kepala Operasi dan Pemeliharaan Irigasi UPTD DAS Ciliman-Cisawarna, H. Kuncoro mengatakan, pihaknya terbuka untuk menerima segala informasi dan keluhan dari masyarakat petani.

‎"Di musim kemarau saat ini kebutuhan air bagi petani sawah sangat besar. Maka solusinya, air yang dialirkan ke sawah harus dibagi secara merata agar tidak ada lagi keluhan sawah kering karena kekurangan air," ujar Kuncoro.

‎Meski demikian, ia mengakui bahwa dengan tingginya kebutuhan air saat kemarau, pembagian air untuk mengairi sawah tetap harus dilakukan secara merata meskipun debitnya tidak akan maksimal.

‎Petani Cikeusik Minta Kepastian Air

‎Di tempat yang sama, Adang Abadi selaku perwakilan petani Desa Cikeusik menyampaikan harapan masyarakat agar kebutuhan air untuk persawahan tidak dikurangi.

‎Menurut Adang, kecukupan air sangat penting agar target panen tiga kali dalam setahun dapat terealisasi. Dengan begitu, kerugian yang dialami masyarakat dapat diminimalisir.

‎"Apabila pertanian di Desa Cikeusik mengalami kekeringan, maka para petani akan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah," kata Adang.

‎Oleh karena itu, petani Desa Cikeusik berharap pemerintah melalui UPTD DAS Ciliman-Cisawarna dapat memberikan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan air bagi persawahan, khususnya di Desa Cikeusik.

‎Pertemuan yang dihadiri Camat Wanasalam, Kasi Operasi dan Pemeliharaan UPTD DAS Ciliman-Cisawarna, Kades Cikeusik dan puluhan masyarakat petani Desa Cikeusik tersebut diharapkan menjadi awal perbaikan sistem pembagian air irigasi agar konflik antar petani terkait ketersediaan air tidak terulang. Petani Desa Cikeusik meminta agar petugas pintu air berjaga selama 24 jam untuk memastikan pembagian air secara merata. (Red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image