Anggota DPRD Banten Kecam Arogansi Oknum Kepala Desa di Malingping yang Intimidasi Wartawan
![]() |
| Anggota DPRD Banten Musa Weliansyah |
Lebak, Cilangkahan.com - Anggota DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah, angkat bicara terkait insiden yang terjadi pada Minggu, 16 Agustus 2026 di Kecamatan Malingping. Insiden itu menyangkut dugaan sikap arogansi seorang kepala desa yang melakukan intervensi terhadap kerja jurnalis saat melakukan peliputan.
Menurut Musa, tindakan menantang dan bersikap arogan kepada siapapun, apalagi kepada insan pers, merupakan sikap yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik.
"Sikap seorang kepala desa tidak pantas menunjukkan arogansi apalagi menantang berkelahi kepada siapapun, terlebih insan pers yang bekerja untuk mengungkap kasus," ujar Musa saat dikonfirmasi, Minggu malam.
Ia menilai, ketika ada persoalan yang disorot media, seharusnya kepala desa mengedepankan sikap bijaksana. Hak jawab dan klarifikasi adalah jalur yang benar ketika dikonfirmasi wartawan.
"Ketika terjadi masalah sebaiknya kepala desa lebih bersikap bijaksana dan mengedepankan hak jawab atau klarifikasi ketika dikonfirmasi wartawan," katanya.
Terkait isu yang tengah berkembang mengenai dugaan penguasaan dana program pertanian untuk pembangunan irigasi tersier, Musa menegaskan fungsi kepala desa sebatas pengawasan. Ia juga meluruskan bahwa anggaran tersebut bukan berasal dari dana desa.
"Fungsi kepala desa hanya pengawasan, ditambah anggaran tersebut bukan berasal dari desa, melainkan dari APBN," jelas politisi asal Banten itu.
Musa meminta agar setiap persoalan diselesaikan sesuai prosedur hukum dan tidak diselesaikan dengan intimidasi.
"Apabila ada persoalan mengenai dugaan penyelewengan anggaran pekerjaan seharusnya sampaikan penjelasan yang objektif, jangan malah melakukan intervensi. Itu terlalu arogan, tidak pantas sikap kepala desa seperti itu. Bukan hanya kepada wartawan tetapi kepada siapapun tidak boleh. Negara ini negara hukum, semua ada prosedurnya," tegasnya.
Oleh karena itu, Musa mengutuk keras tindakan oknum kepala desa tersebut dan meminta yang bersangkutan segera menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf secara terbuka.
"Saya minta yang bersangkutan segera klarifikasi dan minta maaf. Jangan sampai kepercayaan publik kepada pemerintah desa justru rusak karena ulah oknum," pungkasnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepala desa yang bersangkutan terkait insiden tersebut. (Red)
